About me (Part 1)

 

9b5886e8a222a62c31529af251738ce4.jpg

About Me (Part 1)

 

Aku akan menceritakan tentang diriku  mulai dari 0-12 tahun. Aku terlahir dari ibu yang merupakan asli orang ciamis, dan ayahku yang juga berasal dari kota yang sama. Awalnya sang bidan memberi saran untuk menamaiku Ainun Fazryn, namun pada akhirnya orang tuaku memberiku nama Nunun Fazryn. Aku membaca dari berbagai sumber, ternyata arti dari namaku adalah mata. Karena mataku memang sangat peka terhadap manusia. Misalnya ketika aku sedang berjalan di tempat ramai, maka mataku akan menemukan orang yang aku kenal dengan mudah. Atau ketika ada yang menceritakan aku tentang seseorang, lalu aku melihat fotonya, maka aku akan dengan mudah mengenali orang yang belum pernah aku temui sebelumnya. Ini juga membuat aku mudah menggambar sketsa wajah manusia.

Kembali ke usia kecil, yang aku ingat adalah saat usia lima tahun. Aku tinggal di rumah yang tidak jauh dari rumah nenek. Itu pertama kali nya aku menemukan seorang teman yang sekaligus tetangga terdekatku. Dia sedang bermain di kandang burung puyuh. Aku memandangnya dari kejauhan. Namanya Mei. Dan temanku yang lain adalah Ipeh alias hanifah yang terhalang oleh satu rumah. Sejak masih sekolah dasar, kehidupan anak kecil itu sangat menyenangkan sebelum kami mengenal gadget atau barang eletronik seperti handphone. Kami bersama teman-teman yang lain senang bermain bancakan, petak umpet, enggrang yang terbuat dari bambu, dan masih banyak lagi. Tapi sifat aku waktu kecil adalah gampang menangis sehingga kakak sepupu aku dan dan anak yang lainnya menyuruh aku untuk tidak bermain petak umpet karena aku selalu menangis jika kalah duluan. Ya sore itu memang selalu menyenangkan bermain kejar-kejaran bersama teman-teman.

Aku sejak kecil sangat hobi “mendandani” teman-temanku. Aku membawa peralatan make up dan aku mendandani tiga orang tetanggaku. Aku menyuruh mereka menghapus lipstick dan eyeshadow ketika mereka hendak pulang ke rumah karena aku takut mereka akan dimarahi oleh orang tuanya haha. Selain itu, aku juga mempunyai papan tulis kecil berwarna hitam. Hobi aku adalah mengajar. Sejak kecil aku mengajari adik-adik membaca, padahal mungkin waktu itu aku masih sangat muda dan masih perlu belajar membaca dan menulis.  Jiwa guruku muncul sejak aku kecil. Aku juga sering sekali sepulang sekolah, bermain bersama mei membaca majalah bobo bersama. Kita bermain bp-bp an. Boneka-bonekaan. Tidak hanya itu, aku hani dan mei juga pernah bermain dokter-dokteran. Dan yang paling parah, aku pernah bersama mei iseng di depan got yang disitu mengalir air pembuangan yang kotor. Karena aku masih oon, aku mengusapkan airnya ke wajah sehingga aku di marahi ibu.  Haha.

Kami senang bermain di sungai. Sungai waktu itu masih jernih. Kami berenang di sungai setiap sore. Tapi, aku rasa di jaman sekarang ini, air sungai seperti air limbah yang sangat kotor alias tercemar.

Aku sewaktu masih disekolah dasar, pernah dimarahi oleh guru. Awalnya aku mengerjakan soal matematika.  Karena kertas ulangan yang dipakai olehku adalah kertas loose leaf, yang berwarna warni, jadi guruku merobeknya di depanku. Sehingga aku harus mengerjakan lagi soal matematika dari awal. Untungnya ada kakak kelas namanya a mugni. Dia membantuku untuk menemui guruku dan memberikan kertas jawaban ulangan yang baru.

Aku juga suka menulis surat sejak kelas 4. Aku memberikan surat kepada teh maya, dan itu pun isinya adalah aku ingin mengajakanya menjadi sahabatku. Memang aneh, aku senang berteman sejak kecil.

Setiap hari senin, aku selalu menjadi mc upacara bendera. Selain jadi Mc aku pasti jadi bagian dari paduan suara. Untuk menjadi pengibar bendera aku tidak mampu karena aku tidak minat untuk mempelajarinya.

Aku sering mendapat hadiah buku karena selalu masuk rangking. Bertahap dari mulai 4 sampai 1. Aku senang sekali dengan hadiah buku. Malah, jika nenekku pulang dari pegadaian aku pasti minta oleh-oleh nya buku tulis.

Aku juga mempunyai kelemahan dalam mata pelajaran bahasa inggris saat SD . Jika orang lain fasih untuk menyebutkan pengucapan dari A-Z, maka aku harus terus menerus melakukan pengulangan. Dan yang lebih konyolnya lagi, aku mencari kata yang berakhiran –ing di kamus. Contohnya Swimming. Tentu saja meskipun aku menggerutu dan tak menemukan, karena di dalam kamus yang ada hanyalah kata kerja yang asli atau disebutnya verb 1. Jika tadi aku ingin mencari arti kata swimming, mungkin aku hanya akan menemukan Swim. Ah konyol sekali aku waktu itu. Aku sudah kesal karena tak menemukan kata itu.

Sebenarnya masih banyak dari usia 0-12 tahun yang belum aku ceritakan. Tapi karena aku sudah mengantuk maka aku harus mengkahiri tulisan ku part 1 ini. Kebiasaan banget kalau menulis gak di revisi.  Terima kasih untuk telah membaca tulisan gak jelas ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s