Tulisan Malam di Awal Juli.

unga

 

Malam ini banyak sekali yang aku pikirkan. Di mulai dari BBM yang sebenarnya beberapa bulan lalu sudah aku hapus, dan aku membuatnya lagi. Instagram dan twitter yang juga aku baru membuatnya lagi setelah aku menghapus yang lama.  Jujur, aku merasa kurang baik dalam urusan komunikasi secara tertulis. Semisal, lawan bicara aku yang menulis dengan nada datar, bisa saja aku membacanya dengan nada yang terkesan marah. Lalu, ketika aku sedang serius tapi misalkan lawan bicara aku yang sedang dalam bad mood atau dalam kondisi lain maka mereka akan merespon dengan singkat atau candaan. Iya itu kelemahan aku. Komunikasi secara tertulis akan selalu membuat aku berhati-hati ketika mengungkapkan isi pikiranku.

Selain komunikasi tertulis, aku juga sebenarnya sering mengamati atau menyimpulkan karakter seseorang dari cara dia berbicara. Seseorang seperti aku, akan sangat senang jika lawan bicaranya menceritakan kisahnya, perasaannya, masalahnya, karena aku seperti terlibat didalamnya dan selalu memahami persaaannya.  Aku juga senang memperhatikan ilmu dari lawan bicara seperti Ilmu teknologi (Aku suka hal-hal yang berkaitan dengan komputer, handphone, atau teknologi lainnya) , Ilmu Agama, Ilmu bahasa, dan tentang seni (Seni Rupa atu seni musik). Untuk urusan matematika, dan hal-hal yang aku pelajari di SMA seperti kimia fisika statistik, aku memang kurang pandai. Aku cenderung lebih suka bahasa dan seni.

Beda topik, Ada yang mengatakan bahwa aku belum dewasa. Aku berpikir tentang ENFJ. Karakter pribadiku. Jika orang mengatakan, “Baju Kamu Jelek!” dan orang yang satu akan bilang “Baju kamu bagus!” karakter seperti aku akan cenderung memikirkan perkataan negatif dan terus menerus memikirkannya. Aku selalu membutuhkan persetujuan untuk menjadi baik. Aku berharap aku bisa sedikit berubah. Karena kelemahanku adalah aku akan selalu memikirkan apa yang orang katakan kepadaku.

Selain itu, yang menjadi masalah baru dengan karakterku adalah huruf F yang berarti Feeling. Aku selalu melakukan segala sesuatu dengan hati. Aku terlalu melankolis terhadap segala sesuatu. Aku selalu di bohongi karena aku selalu menyimpan kepercayaan kepada orang.  Itu membuat aku trauma. Padahal aku tahu,

Allah pasti sayang terhadap hambaNya dan tak pernah membeda-bedakan hamba-Nya.

Aku tidak tahu apa alasan aku menulis ini malam ini. Tapi aku sebenarnya sangat takut. Pengalaman di masa lalu yang tidak pernah lepas.

Tapi, aku yakin.  Allah pasti sangat menyayangiku. Dia yang kasih sayangnya tidak pernah ingkar. Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah akan selalu bersamaku, dan Dia harus selalu dijadikan tempat yang pertama di hati.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s